Thursday, February 10, 2011

Kata Mutiara Islami tentang Cinta...


Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.

Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:

Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.

Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.

Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Sepertisabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.

Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.


Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)

Kata-kata mutiara tentang cinta…

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini:

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
Hamka

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
Hamka

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.
Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.
Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.
Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.
Ali bin Abi Thalib

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.
A’idh Al-Qorni

Demikianlah beberapa kutipan dari sedikit tokoh-tokoh islam yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Semoga Allah memudahkan saya untuk menambah koleksi ini dan memberikan manfaat kepada pembacanya.

~sharing is caring~




Friday, February 4, 2011

Nasihat..


Anda mungkin tidak mempercayainya, tapi merupakan nasihat yang baik untuk dibaca! Anda mungkin mempelajari sesuatu jika membacanya!!!
PERTAMA.
Bersedekahlah kepada orang lain lebih daripada yang mereka perlukan dan lakukanlah dengan penuh kerelaan.

KEDUA. 
Kahwinilah lelaki / wanita yang gemar anda berbicara dengannya, kerana kemahiran berbicara antara satu dengan lain akan menjadi lebih penting pabila usia semakin tua.

KETIGA.
Usahlah mempercayai segala perkara yang anda dengari. Berbelanjalah sekadar apa yang ada atau tidurlah seberapa lama yang anda perlu.

KEEMPAT.
Apabila kamu berkata, ‘ Aku Cinta Padamu’, maka tunaikanlah
.
KELIMA.
Pabila mengatakan, ‘Maaf’, tenunglah matanya
.
KEENAM. 
Bertunanglah sekurang-kurangnya enam bulan sebelum kamu diijabkabulkan.

KETUJUH.. 
Percayailah cinta pandang pertama.

KELAPAN.
Usah tertawakan impian orang lain.. Manusia tanpa impian tidak memiliki apa-apa.

KESEMBILAN.
Cintailah seseorang dengan sepenuh hati dan penuh kasih sayang. Sungguhpun anda akan berasa seolah-olah diri anda tersiksa, tapi percayalah itulah satu-satunya untuk melengkapkan kehidupan ini.

KESEPULUH. 
Jika berlaku perselisihan pendapat, bertengkarlah secara aman. Usahlah menyebut nama sesiapa ketika bertengkar.
KESEBELAS.
Usahlah menilai seseorang berdasarkan peribadi keluarga mereka.

KEDUABELAS.
Berbicaralah dengan tenang dan berfikirlah dengan pantas.

KETIGABELAS. 
Apabila seseorang bertanyakan satu soalan yang tidak anda gemari, lontarkanlah senyuman dan bertanyalah padanya,’Kenapa anda ingin tahu?’

KEEMPATBELAS.
Ingatlah bahawa setiap cinta dan pencapaian yang besar akan melibatkan pengorbanan dan risiko yang besar.

KELIMABELAS. 
Ucaplah ‘Semoga anda diberkati’ apabila mendengar seseorang bersin.

KEENAMBELAS.
Apabila anda kerugian, janganlah jadi kurang ajar.

KETUJUHBELAS.
Berpeganglah kepada tiga R:
1. Rasa hormat pada diri sendiri;
2. Rasa hormat kepada orang lain;
3. Rasa tanggungjawab terhadap semua tindakan anda

KELAPANBELAS. 
Usahlah benarkan pertikaian yang sebesar hama merosakkan sebuah persahabatan yang besar.

KESEMBILANBELAS.
Apabila menyedari bahawa anda telah melakukan kesalahan, usahlah berlengah untuk perbetulkan kesalahan itu.

KEDUAPULUH.
Tersenyumlah ketika menjawab telefon.. Pemanggil akan melihatnya daripada suara yang mereka dengar.

KEDUAPULUH SATU
Ada ketikanya anda perlu bersendirian.
+++++++++++++++++++++++++++++++
+++++++++++++++++++++++++++++++
Katalah kita ni polis, sedang duduk dalam kereta peronda Kita sambil minum kopi. Tiba-tiba radio kita berbunyi, mengatakan ada dua kes yang diminta kita menangani salah satu darinya. Dua-dua kes orang kena tangkap mencuri. Kes pertama di kampung hulu, seorang lelaki ditangkap mencuri duit seringgit. Kes kedua di kampung hilir, seorang warga asing kena tangkap mencuri duit 20 ribu ringgit.
Kes mana yang kita kejarkan dulu? Agaknya tentulah kita segera berkejar ke kampung hilir, ye tak? I mean, apalah sangat duit seringgit, itupun nak report polis ke? Tapi bagaimana kalau lepas tu kita tahu hakikatnya begini:
Dalam kes pertama, duit itu kepunyaan seorang anak yatim piatu peminta sedekah, dan duit itu sajalah yang ada padanya untuk digunakan membeli roti setelah beberapa hari tak makan? Sedangkan dalam kes kedua, duit itu kepunyaan orang kaya bakhil yang seumur hidupnya tak pernah keluar zakat?
Tiba-tiba, baru kita sedar perbezaannya, antara prinsip dan appearance. Kalau ikut prinsip, tentulah kes pertama lebih berat, walaupun hanya melibatkan duit seringgit. Tapi sebab kita hidup ini dah biasa menghakimkan orang serta peristiwa dari segi luaran, maka selalu minda kita tertipu.
Stephen Covey, dalam bukunya”Seven Habits of Highly Effective People” menceritakan pula begini:
Kita sedang duduk di sebuah bangku dalam taman. Sedang kita enak menikmati sandwic dan Coke kita di tengah taman dengan udara bertiup lembut itu,tiba-tiba datang seorang lelaki bersama 2 orang anak kecilnya duduk di sebelah kita. Lelaki itu hanya menung panjang melihat ke tasik dan mendiamkan diri sementara anak-anaknya berlarian macam setan menjerit-jerit sekuat hati. Orang yang lalu lalang semuanya melihat dengan kening berkerut-kerut perangai budak-budak yang tak tahu hormat pada orang lain tu.
Kita pun lama-lama semakin bengang. Setan sungguh budak ni! Apahal mamat ni diammm je, tak nak tegur ke anak-anak dia ni? Lepas dah tak tahan sangat, kita pun tegur lelaki itu. Boleh tak encik suruh anak-anak encik tu dok diam-diam, saya tengah nak makan sandwic ni!
Lelaki itu melihat pada kita seketika sebelum tersenyum sedikit. “Maafkan saya,” kata lelaki itu. “Dan maafkan anak-anak saya tu.Sebenarnya, isteri saya – ibu mereka – baru meninggal dunia sebab kanser di hospital, dan saya tak tahu macamana nak terangkan pada mereka hal ini.”
Kemudian dia sambung : “Biarlah saya bawa mereka ke tempat lain supaya tak menganggu anda makan.”
Apa rasa kita masa itu? Sebab itulah bila teringat ayat Qur’an mengatakan, beza antara manusia itu hanyalah iman dan taqwa, saya sering berasa menyesal.Sebab saya selalu menghukum orang melihat keadaan luarannya!
KITA BAGAIMANA???..
~Copy paste dari website 0h!IsLam..sm0Ga menjadi tatapan bersama~

Sunday, January 30, 2011

HeBaTnya IsTikhaRah..



             Pernah suatu ketika dahulu, seorang pengguna myJodoh berada di dalam dilema dalam membuat satu keputusan besar tentang masa depannya. Beliau pernah berkasih-kasihan dengan seorang jejaka (jejaka A) yang juga seorang pengguna laman web ini. Kasih mereka berdua tiba-tiba menghadapi situasi salah faham dan berakhir dengan kekecewaan.
Si gadis lalu membawa diri dan mencari kasih baru. Beliau bertemu dengan seorang jejaka baru di myJodoh (jejaka B) lalu berkenalan, bercinta, bertunang dan merancang saat perkahwinan.
Ketika itulah baru si gadis mula sedar segala konflik yang berlaku di antara jejaka A dan dirinya hanyalah berpunca daripada salah faham. Masing-masing mempunyai salah. Masing-masing memohon maaf. Namun bagi si gadis, beliau tidak lagi boleh berbuat apa-apa kerana dirinya telah menjadi tunangan orang.
Di dalam hatinya terdetik niat untuk memutuskan pertunangan dengan jejaka B, tetapi apakah salah jejaka B. Jejaka B baik dan telah menunjukkan kesungguhan. Semuanya ibarat kisah cinta di dalam novel-novel yang sering menjadi santapan minda di waktu kesunyian. Tidak beliau sangka situasi rekaan itu menjadi kenyataan di dalam dirinya. Cintanya sebenar pada jejaka A.
Apabila ditanya ibu bapa, mereka menyarankan agar meneruskan sahaja dengan jejaka B. Apabila ditanya diri sendiri, beliau ingin memutuskan sahaja. Hati beliau kini telah beralih semula kepada jejaka A. Jika tidak kerana agama dan adat, sudah tentu beliau melakukan apa sahaja yang terlintas di hati.
Apabila beliau meminta nasihat saya, saya juga menjadi buntu, tetapi saya mencadangkan beliau untuk berikstikharah di tengah malam sunyi.
Pada pagi hari itu, beliau ternanti-nanti petunjuk tuhan, menanti sesuatu untuk berlaku, menanti bisikan suara hati.
“Tak ada apa pun,” kata beliau kepada saya.
“Sabarlah dan buat lagi malam nanti.” Saya menyuruhnya mengulangi istikharahnya.
Di pagi kedua, beliau masih ternanti-nanti. Penantian membawa ke tengahari. Di tengahari beliau masih kebingungan. Kebingungan yang membawa hingga ke petang.
Inisiatif dan kesungguhan beliau memohon petunjuk Ilahi akhirnya mendatangkan ketenangan buat dirinya sendiri. Semua saat-saat memaksa diri untuk melawan kantuk itu berbaloi.
Hanya pada petang itu, barulah kebuntuannya hilang. Beliau mendapat pengakuan daripada jejaka B sendiri, sebenarnya jejaka B sudah berkeluarga.
Ini adalah sebuah kisah kehebatan istikharah..
Hope sma2 dpat ambil pengajaran..

sharing is caring..:)

  

Monday, January 24, 2011

MaHaR CinTa..



Andainya dapat engkau mendengarkan 
Suara di hatiku melagukan rindu 
Kiranya engkau mampu mentafsirkan 
Setiap bait kata-kata yang terucap

Pasti dirimu kan memahami 
Harapan kasih yang terbina 
Sekian lama di sudut hatiku 
Hanyalah untukmu...

Bukanlah aku sengaja 
Melindungi rasa di jiwa 
Namun bimbang diri kan terleka 
Hanyut dibuai angan dan mimpi indah 
Hingga terabai segala cita 
Sedang khayalan tak menjanjikan 
Segunung kebahagiaan 
Sebagai mahar hantaran

Apakah mungkin engkau mengerti 
Setiap cinta yang dilafazkan 
Bukanlah sekadar mainan 
Tetapi sebuah janji...

Andainya dapat engkau mendengarkan 
Suara dihatiku melagukan rindu 
Kiranya engkau bisa mentafsirkan 
Setiap bait kata-kata yang terungkap...

Pasti dirimu dapat melihat 
Rahsia kasih yang terpendam 
Sekian lama di sudut hatiku 
Hanyalah untukmu 
Selamanya...


~sem0Ga kau paham tujuanQ..tiada niat untuk menyakiti hatimu..ketahuilah,hati ini juga sedang berjuang utuk mempertahankannya..INSYA'ALLAH..bersabarlah..ان الله معنا..~

Saturday, January 22, 2011

JauhKan RinDu..



Bila rindu kembali menjengah,
Menyusup datang melalui sekeping gambar,
Begitu terasa bibirku bergetar,
Begitu terasa kakiku makin longlai.
Ku lihat pada jari-jemariku,
Menggigil dalam bahang tengah hari,
Ku sentuh pada bibirku,
kering mengelupas,
Ku letakkan tangan pada dadaku,
Degupannya menjadi deras.
Ku lihat wajahku dalam refleksi,
Warnanya pucat membiru,
Tiada kilauan dalam mata,
Tiada cahaya pada wajah.
Hanya kelesuan jelas kelihatan.
Yang lain menggelar rasa ini 'cinta',
Lalu mereka hairan aku menolak 'cinta',
Tapi aku pasti ianya adalah 'petaka' ,
kerana rindu ini rindu yang memusnahkan,
Rindu ini rindu yang mencemarkan,
Kerana rindu ini rindu yang tidak halal untukku,
Kerana rindu ini boleh mengundang dosa.
Dahulu,                                                           
Jika rindu yang sama bertandang,
Akulah insan paling bahagia.
Kini,
Jika  rindu yang sama bertamu,
Akulah insan paling sengsara.
Aku tak mahukan rasa ini,
Aku tak mahukan rindu ini.
Rindu ini yang dahulu telah melalaikanku dari mengingati-Mu,
Rindu ini yang dahulu menghalangku dari kemanisan beribadat kepada-Mu,
Rindu ini yang dahulu membutakan mataku  dari melihat jalan-Mu,
Rindu ini yang dahulu membinasakan cinta suci hamba-Mu.
Rabbi,
Jangan kau benarkan rindu ini menggigitku,
kerna aku takut dihinggapi virus cinta buta.
Rabbi,
Jangan kau biarkan rindu ini menghantuiku,
kerna aku takut pada bayangannya,
Kerna ku tahu jatuh cinta itu,
Hanya bisa pada Tuhan,
Kerna ku tahu nafsu ini,
Sering membawa ke arah kejahatan,
Yang datang dari godaan syaitan.
Rabbi,
Ku mohon,
Jauhkanlah aku dari 'petaka' rindu ini,
Hadirkanlah aku pada cinta-Mu
,
Cinta yang kekal dan abadi
...
~aQ insan biasa..yanG Lemah..aQ m0hon..KAU banTuLah aQ tuk menuju jaLan redhamu..AMIN..~

Friday, January 21, 2011

ITULAH YANG PASTI!!!



Pada suatu hari, Saya bertanya kepada ibu, "Ibu..mana satu pilihan hati?.. orang yang sayangkan kita atau yang kita sayang?.. "Ibu jawab.. "dua-dua bukan.." Saya tercengang..Ibu mengukir senyuman.

"Pilihan hati ibu adalah yang sayangkan kita kerana Allah.." Saya menarik nafas dalam-dalam."Macam mana nak tau orang tu sayang kita kerana apa?".. Ibu diam sekejap berfikir dan kemudian tersenyum.

Rasanya ibu dapat menduga apa yang sedang bermain dalam hati anak perempuannya. Mana mungkin saya mampu menyorokkan rahsia hati dari ibu sedangkan sekilas saya pun ibu mampu membacanya."Yang paling tahu hanya Allah.." ibu merenung dalam-dalam wajah anaknya.

"Kerana hanya Allah mampu membaca hati hambaNya.. " ibu menyusun ayat-ayatnya."Dan keikhlasan kerana Allah itu akan terserlah keberkatannya tanpa perlu sengaja ditonjolkan oleh seseorang tu.."

Saya memintas, "Tak faham.."Ibu menyambung.. "Cinta di dalam jalan Allah..Bertemu kerana sama-sama mencari redha Allah.." Ibu menyambung lagi,"begini, setiap insan yang bergelar manusia telah Allah ciptakan berpasang-pasangan. Rasa ingin dikasihi antara seorang suami dan isteri suatu fitrah. Automatik boleh ada daya tarikan magnet tu.."

Wajah saya merah, sedikit cemas jika ibu dapat mengesan gelora jiwa muda ini.. Ibu menyambung.. "Setiap manusia telah Allah tetapkan rezeki,jodoh dan maut sejak azali lagi..

Persoalannya ialah.. “Siapakah jodohnya itu?”.. Ibu berhenti seketika.Saya tunduk malu, cuba menyorokkan rasa panas di pipi.Ibu buat-buat tidak nampak. 

Secret Admire..

"Kakak,ibu dulu masa remaja ada secret admire.. Rajin betul dia hantar surat ..Masa tu ibu dah tahu yang bercinta sebelum kahwin ni tak halal..Dan masa tu ibu tekad tak mahu layan sebab ibu takut arwah tokwan kena seksa dalam kubur.. Ibu sedar ibu anak yatim, anak orang miskin, adik beradik ramai.. Ibu nak belajar sungguh-sungguh. .lama budak tu tunggu ibu..Akhirnya ibu bagi kata putus, ibu hanya akan membalas cinta dia jika dia sah suami ibu..

Dan dia memang bukan jodoh ibu, maka tak pernah dia menerima balasan cinta tu." Ibu merenung jauh.Saya merapatkan badan kepada ibu, semakin berminat dengan kisah lama ibu..

"Ibu memang tak ada perasaan langsung pada dia ke?" saya menyoal sambil memandang tajam wajah ibu.Ibu ketawa kecil.."Walaupun mungkin ada, ibu tak pernah bagi peluang pada diri ibu untuk mengisytiharkan perasaan tu..Ibu takut pada Allah..

Ibu bukan seperti rakan sebaya ibu yang lain.."Ibu, seperti kakak.." ibu memandang saya sambil memegang pipi dan dagu saya.kemudian tangannya mengusap rambut di kepala saya.

"Ibu anak ustaz ustazah.. Tapi zaman tu ustaz ustazah nya masih berkebaya pendek dan ketat. Tok wan ibu kiyai. Mungkin berkat doa keturunan sebelum ni yang soleh-soleh, hati ibu tertarik sangat pada agama walaupun tiada sesiapa yang mendorong.. Bila di sekolah, ibu pelajar pertama yang bertudung.. Ibu membawa imej agama. Kawan-kawan dan cikgu-cikgu panggil ibu dengan gelaran mak Aji.. Sebab zaman tu hujung 70an dan awal 80an tak ramai lagi yang bertudung betul menutup auratnya..Zaman tudung nipis dan nampak jambul. Kemudian kawan-kawan ibu sikit-sikit ikut bertudung.

Akhirnya kami semua dipanggil di perhimpunan. Kami dimarah guru besar kerana bertudung sedangkan ustazah kami bertudung tapi nampak jambulnya.."ibu melemparkan pandangan ke lantai. "Selepas tu ustazah jumpa kami secara persendirian. Ustazah kata dia tak mampu nak pakai seperti kami. Dia suruh kami teruskan.." sambung ibu.

Ada getar di hujung suara ibu. Kisah silam perjuangan ibu di sekolah dahulu sikit-sikit ibu ceritakan pada saya. Itulah juga salah satu inspirasi kepada saya untuk bangkit semula setiap kali terjatuh ketika berjuang di sekolah dulu. 

"Mungkin kerana personaliti ibu, ibu menjadi tempat rujukan kawan-kawan ibu.. Jadi, bila ibu nak ambil sesuatu tindakan, ibu kena fikir betul-betul samada tindakan ibu   tu akan menyebabkan Allah marah atau tidak. ibu ayah berdosa tak?.. Dan maruah pembawa agama terjejas tak?.. Kalau ibu membalas cinta si lelaki tadi, bermakna ibu sedang menconteng arang di muka-muka pembawa-pembawa agama. Orang akan pandang serong terhadap orang yang bertudung sedangkan kesilapan tu hanya seorang dua yang buat. Besar fitnah akan timbul apabila orang-orang agama mengambil ringan batas syariat duhai anak.." ibu menelan air liurnya. Saya diam. 

Fikiran saya sedang cuba memahami maksud ibu saya.

Adakah ia suatu diskriminasi?

"Kakak.. Jatuh cinta perkara biasa. Apabila kita 
jatuh cinta pada seseorang, itu tandanya ada 
sesuatu keistimewaan pada seseorang tu.
Apatah lagi orang yang kita jatuh cinta tu di atas 
jalan dakwah ni..Tetapi kita kena ingat.. Kita tak 
akan dikahwinkan dengan seseorang atas sebab jatuh 
cinta atau saling cinta mencintai.. Bercouple 
mungkin.. Tetapi bukan berkahwin... Kerana kita 
berkahwin dengan jodoh kita, jodoh yang Allah dah 
tetapkan sejak azali.. Dan tak mustahil orang yang 
kita paling benci itulah jodoh kita yang kita akan 
dikahwinkan dengannya.."


Tiba-tiba air mata saya mengalir. Argh! Ego saya 
kalah bila mendengar hujah ibu. Ibu meneruskan..

"Allah itu Maha Adil.. Dia tak pernah menzalimi 
hambaNya..Sesungguh nya, yang selalu menzalimi 
hambaNya ialah diri hamba tu sendiri.. Sebabnya 
hamba tu degil. Dia mahukan yang bukan haknya, yang 
bukan milik dia.

Mencintai seseorang tidak semestinya memilikinya.
Dalam Islam, kita dah diajar untuk saling mencintai 
antara satu sama lain seperti diri sendiri.. Jadi 
apabila kita mencintai saudara perempuan, kita 
bebas peluk dia. Tetapi bila dengan lelaki, kita 
ada batas-batasnya.

Orang kafir kata batas-batas ini suatu 
diskriminasi, tetapi sebenarnya batas-batas syariat 
itulah yang memelihara kehormatan seorang lelaki 
dan seorang perempuan. Cuba kakak renungkan, kita 
mengenali seorang insan yang amat baik, sempurna 
agamanya dan rajin. Lalu kita jatuh hati padanya. 
Ditakdirkan jodohnya dengan insan lain, kita pula 
dengan yang lain..

Tetapi itu tidak bermakna ukhwah antara kita dan 
dia terputus.. Kita dan dia sama-sama mencari redha 
Allah.. Kita dan dia masih boleh sama-sama 
bekerjasama untuk mencari redha Allah.. 

Perbezaannya, dia halal untuk isterinya sedangkan 
untuk kita, dia tetap lelaki ajnabi seperti yang 
awalnya." ibu berhenti seketika.. Bukan luar 
biasa..


Tentu kering tekak ibu menerangkan kepada saya 
persoalan hati ini.


"Kakak.. jadi di sini ibu nak kakak faham, jatuh 
cinta bukan perkara luar biasa..Dan berkahwin pun 
bukan suatu jaminan untuk tak jatuh cinta pada 
lelaki lain.. Kerana itulah ramai isteri yang 
curang, suami yang curang..
Ada orang tukar pasangan macam tukar baju. Apa yang 
penting ialah kita kena perjelaskan pada diri kita 
supaya setiap kali kita jatuh cinta, jatuh cinta 
itu kerana kita jatuh cinta kepada Pencipta dia. 
Kita bagi tau pada diri kita berulang kali yang 
kita mencintai Allah, kerana itu kita mencintai si 
dia. Letakkan Allah sebagai sempadan hati kita, 
segala perkara yang kita cintai dan sayangi 
termasuk mak abah adalah kerana mencintai Allah.. 
Dan apabila kita membenci seseorang atau sesuatu, 
beri tahu pada diri sendiri berulangkali yang kita 
benci sekian-sekian hal kerana Allah semata-mata. ."

"Kakak.. Hati kita ni walaupun dalam dada kita 
sendiri, ia tetap bukan milik kita. Kita tak mampu 
untuk mengawalnya. . Hanya Allah yang boleh 
memegangnya. . Sebab tu kita kena dekatkan diri 
dengan Allah.. Sebab kita nak dia pegang kukuh-
kukuh hati kita. Bila dia pelihara dan masuk dalam 
hati kita, itulah nikmat lazatnnya bercinta. Masa 
tu biarpun satu dunia menyakiti kita, kita tak rasa 
sakit sebab kita asyik dengan nikmat bercinta 
dengan Allah..Bercinta dengan Allah sangat berbeza 
dari bercinta dengan manusia. Kerana tentulah 
pegalaman bercinta dengan lelaki kaya,rupawan, 
sempurna dan bijaksana tak sama rasanya bercinta 
dengan lelaki miskin, hodoh,cacat dan dungu.. 
Betapa nikmatnya cinta Allah, hanya mereka yang 
pernah merasai sahaja yang mampu mengerti. "

Redha

"Kakak.. Walau siapapun jodoh yang Allah hantarkan 
untuk kakak, terimalah dengan hati yang redha.. Tak 
mustahil dia adalah orang yang kita benci. Kalau 
yang kakak sayang, tak jadi hal lah.. Tapi kalau 
dapat yang kakak tak nak, lantaran kelemahan yang 
ada pada dia, ingatlah bahawa dalam diri setiap 
insan telah Allah ciptakan dengan kelebihan masing
-masing. Dan mungkin kakak ada kekuatan yang dapat 
mengubah si lelaki tadi supaya hidup dia bermakna 
dan mungkin kakak sahaja yang mampu mencungkil 
kelebihan yang ada pada dia.. Mungkin juga si 
lelaki ini ada sesuatu kelebihan yang kakak sangat-sangat perlukan yang satu dunia tak mampu bagi pada kakak..

Alangkah bertuahnya kakak kalau kakak mengerti setiap pemberian Allah dan belajar untuk bersyukur.. "

Sekali lagi berjuraian air mata saya turun. Terasa lemah lutut hendak berdiri. Emak menarik tubuh saya dan memeluk erat. Pelukan emak sangat-sangat kuat.

"Ibu dah didik anak ibu dari belum lahir untuk mencintai Allah.. Sekarang ibu serahkan anak ibu yang ibu sayang sangat ni pada Allah untuk Dia pelihara.."

~Cerita ini saya ambil dari blog seorang sahabat..thanks sangat..perkongsian yang   sangat baik..sebagai seorang remaja,saya sedar..bukan mudah untuk menjadi  MUSLIMAH SEJATI..usaha ke arah itu pun sudah boleh membuatkan kita putus asa..semoga kita sama-sama dapat memuhasabahkan diri..INSYA’ALLAH..:)~